Fitur Keamaan Facebook Hanya Kedok untuk Mengambil Data Pengguna?

privasi pengguna dan isu keamanan facebook

Facebook, salah satu sosial media dengan pengguna terbesar di dunia, kembali mendapatkan gugatan dari berbagai pihak atas isu pelanggaran privasi pengguna. Kali ini yang menjadi motor untuk gugatan adalah Komisi Perdagangan Amerika Serikat alias FTC. FTC menduga Facebook memanfaatkan sistem keamanan otentikasi dua langkah atau two factor authentication (2FA) untuk mendapatkan nomor ponsel pengguna tanpa sepengetahuan mereka. Meskipun gugatan ini belum diumumkan di publik, namun informasinya lebih dulu diperoleh dari dua orang sumber anonim yang akrab dengan masalah ini. FTC menduga Facebook

Sejatinya, two factor authentication (2FA) seharusnya menjadi fitur keamaan ampuh untuk menjaga keamanan data pengguna media sosial dari peretas. Fitur 2FA memungkinkan pengguna meningkatkan keamanan akun media sosialnya dengan meminta token dikirim melalui SMS ke nomor ponsel setiap kali pengguna melakukan log-in. Namun fitur ini diduga dimanfaatkan untuk mencocokan pengguna dengan nomor telepon untuk mendapatkan target audience tertentu untuk iklan di Facebook.

Sebelumnya, FTC sendiri baru menjatuhkan denda senilai 5 miliar dollar AS (Rp 70 triliun) atas skandal Cambridge Analytica. Meski denda yang diberi FTC termasuk yang terbesar dalam sejarah, namun sangat kecil dibanding pendapatan Facebook. Sebagai perbandingan, pendapatan Facebook pada tahun 2018 mencapai 55 miliar dollar AS (768 triliun), 10 kali lipat dari denda yang dijatuhkan FTC. Karena masalah ini pula, FTC juga meminta Facebook untuk menyerahkan pengawasan federal tentang praktik bisnisnya untuk memastikan bahwa mereka memperlakukan data pengguna dengan tepat.

sosial media dapat mengakses data pengguna

Reputasi Facebook terhadap perlindungan data pengguna memang terkenal sangat buruk. Apalagi setelah terkuaknya kasus skandal Cambridge Analytica beberapa waktu lalu. Mantan rekan kerja dan co-founder Apple, Steve Wozniak bahkan sangat gencar mengajak pengguna untuk segera meninggalkan Facebook. Wozniak meminta para pengguna agar segera menghapus akun Facebook milik mereka karena khawatir atas isu privasi Facebook. Wozniak merasa khawatir media sosial ini akan terus melakukan pelanggaran privasi dan memata-matai pengguna.

Sebagai informasi, pada tahun 2018 lalu, Wozniak telah berhenti menggunakan Facebook dan menghapus akun miliknya. Hal tersebut dipicu oleh tindakan Facebook mengumpulkan banyak data pribadi untuk mencari uang lewat iklan. Facebook memang memanfaatkan data tersebut untuk melakukan tergeting ke audiens yang disasar.

Namun penggunaan Facebook sebagai sosial media memang sepertinya tidak dapat lepas dari keseharian kita. Bahkan menurut sebagian orang beberapa manfaat Facebook sepadan dengan hilangnya privasi. Namun kembali lagi, sebagai pengguna kita memang harus lebih peka terhadap isu privasi di sosial media. Jadi jangan terlalu berlebihan ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IBX5A2BCBA2A07B1