Rencana Besar Calon Tuan Rumah FIFA World Cup 2030, Antara Ambisi, Harga Diri, dan Perdamaian

trofi piala dunia

FIFA World Cup 2018 baru saja digelar di Rusia dengan 32 negara menjadi pesertanya. Ke 32 negara peserta ini berasal dari berbagai benua mulai dari Asia, Amerika, Eropa, dan Afrika. Namun para negara di dunia sudah mempersiapkan diri untuk memperebutkan tempat sebagai tuan rumah FIFA World Cup 2030 yang belum digelar. Nah di antara banyak nama calon tuan rumah FIFA World Cup 2030, ada beberapa nama negara yang menjadi calon terkuat. Siapa sajakah negara tersebut? Berikut ini ulasannya.

Negara Benua Afrika

Maroko

Timnas Maroko Piala Dunia 2018

Source : football-tribe

Setelah sukses melakukan pegelaran FIFA World Cup 2010 tahun lalu di Afrika Selatan, belum ada lagi negara di Benua berjuluk mutiara hitam yang berani mencalonkan diri menjadi tuan rumah Piala Dunia. Namun kini, salah satu negara kecil di benua ini terdengar siap untuk mengajukan diri sebagai tuan rumah. Ialah Maroko, negara kecil yang sebagian besar terdiri dari gurun dan pegunungan yang terjal dan memiliki garis pantai yang sangat panjang di Samudera Atlantik.

Maroko adalah sebuah negara kecil dengan ibukota Rabat. Maroko memiliki sejarah yang berbeda dengan negara-negara tetangganya. Sebelumnya Maroko sebenarnya telah mengajukan diri menjadi tuan rumah FIFA World Cup 2026 dan hampir saja terealisasi. Namun rencana itu gagal karena Maroko kalah suara dengan tiga negara gabungan Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko dalam voting dengan suara 65 berbanding 134.

Meski begitu, Maroko sepertinya pantang menyerah. Sehari setelah kalah dalam pemilihan tuan rumah FIFA World Cup 2026, melalui juru bicara mereka, Maroko menegaskan akan mengajukan tawaran lain. Atas instruksi kerajaan, Maroko menyatakan akan segera mencalonkan diri untuk menjadi tuan rumah FIFA World Cup 2030.

Sebagai informasi, Maroko sudah lima kali gagal dalam proses pemilihan menjadi tuan rumah Piala Dunia meskipun telah mengajukan 14 stadion dengan laga final bakal digelar di Grand Stade de Casablanca, stadion berkapasitas 93,000 kursi yang akan selesai dibangun sebelum 2024. Nah sepertinya patut ditunggu apakah kali ini Maroko akan berhasil merebut Piala Dunia untuk dibawa ke negaranya.

Negara Amerika Latin

Argentina-Uruguay-Paraguay

argentina uruguay paraguay fifa world cup 2030

Source : change.org

Pada tahun 2007, sebuah gerakan di dunia maya memaksa FIFA memberikan kesempatan pada Uruguay untuk menjadi tuan rumah FIFA World Cup 2030 demi mengenang 100 Tahun penyelenggaraan Piala Dunia FIFA. Hal ini dikarenakan FIFA World Cup pertama pada tahun 1930 dilaksanakan di Uruguay. Akibatnya dicetuskanlah gagasan tawaran bersama Argentina-Uruguay untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia FIFA 2030.

Gagasan ini dicetuskan oleh seorang penduduk Uruguay yang menetap di Israel, Habel Fialko bedasarkan kekesalannya pada ulang tahun gelaran Olimpiade ke 100 yang tidak dilakukan di negara asalnya yaitu Yunani. Memang ulang tahun ke 100 dari penyelenggaraan Olimpiade tidak diselenggarakan di Athena, Yunani melainkan di Atlanta Amerika Serikat. Oleh sebab itu penduduk Uruguay ini akhirnya membuat gerakan tersebut.

Akhirnya beberapa hari setelah Uruguay berhasil lolos ke Piala Dunia FIFA 2010, tepatnya pada tanggal 25 November 2009, dalam pertemuan presiden dari asosiasi nasional dan anggota Komite Eksekutif CONMEBOL, Asosiasi Sepak Bola Argentina dan Uruguay menerima dukungan bulat untuk tawaran bersama untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2030.

Kemudian pada tanggal 31 Agustus 2017, Presiden Paraguay, Horacio Cartes, menyatakan rencana untuk bergabung dengan Argentina-Uruguay sebagai tuan rumah bersama Piala Dunia 2030. Rencana tersebutpun akhirnya disetujui dan diumumkan pada tanggal 4 Oktober 2017 di Buenos Aires, Argentina. Federasi sepakbola ketiga negara (Argentina-Paraguay-Uruguay) resmi menandatangani kerjasama untuk pencalonan tuan rumah Piala Dunia 2030.

Negara Benua Eropa

Inggris

timnas inggris fifa world cup 2018

Source : football-tribe

Hampir sama seperti Maroko, setelah gagal terpilih menjadi tuan rumah pada FIFA World Cup 2006 dan 2018, Inggris tampaknya akan kembali mengajukan diri menjadi tuan rumah piala dunia pada tahun 2030 mendatang. Federasi Sepakbola Inggris (FA) akan belajar dari kegagalan sebelumnya dan akan menggunakan strategi baru untuk bisa kembali membawa gelaran piala dunia kembali ke rumahnya.

Sebelumnya, mantan presiden FIFA Sepp Blatter juga telah menyatakan dukungannya pada Inggris untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2030 saat berkunjung ke Rusia atas undangan Vladimir Putin. Sepp Blatter mengatakan bahwa Inggris layak menjadi tuan rumah karena sudah lama tidak menjadi tuan rumah untuk Piala Dunia sejak pegelaran pada tahun 1966 silam.

Kesempatan Inggris untuk menjadi tuan rumah FIFA World Cup 2030 juga semakin besar melihat kesuksesan mereka menyelenggarakan Olimpiade 2012, Rugby World Cup 2015, dan Commonwealth games di perbatasan Glasgow pada 2014. Hal ini tentu saja itu akan menjadi sebuah poin tambah bagi Inggris dalam pemilihan untuk menjadi tuan rumah FIFA World Cup 2030 mendatang.

Disamping itu, Blatter juga telah mendorong Federasi Sepakbola Inggris, FA untuk mengajukan diri sebagai tuan rumah Piala Dunia. Piala Dunia diharapkan dapat kembali ke benua Eropa pada 2030. Namun jika Inggris serius dengan tawaran ini, Inggris disarankan untuk bergabung dengan beberapa negara lain dalam mengajukan tawaran tuan rumah Piala Dunia 2030. Beberapa negara seperti Skotlandia, Wales, Irlandia Utara, dan Republik Irlandia akan membuat mereka menjadi pesaing yang kuat untuk tuan rumah Piala Dunia 2030.

Dengan 48 tim yang akan berlaga di Piala Dunia 2030, pastinya bergabung dengan beberapa negara akan memberikan suatu negara peluang lebih besar untuk terpilih menjadi tuan rumah FIFA World Cup. Jika Inggris mengajukan tawaran di 2030, sepertinya persaingan terberat mereka memang tiga negara lainnya dari Amerika Selatan yakni Argentina, Paraguay, dan Uruguay.

Negara Benua Asia

Negara asia adalah salah satu yang paling tertarik untuk menjadi tuan rumah perhelatan acara sepakbola terbesar di dunia ini. Salah satu alasan terkuatnya adalah sebagai sebuah kebanggaan dan kesempatan untuk berlaga di ajang sepakbola terbesar di dunia tersebut. Nah dari beberapa negara Asia yang siap untuk mengajukan dirinya menjadi tuan rumah FIFA World Cup 2030.

China

timnas china piala asia 2015

Source : rimanews

Salah satu negara industri paling maju saat ini, China tampaknya juga tidak main-main untuk mengajukan tawaran sebagai tuan rumah FIFA World Cup 2030. Wei Di, petinggi Asosiasi Sepakbola China, berharap China menjadi tuan rumah Piala Dunia 2030. Sebelumnya, China memang sudah sempat ingin menjadi tuan rumah Piala Dunia 2026, namun terganjal peraturan FIFA karena Piala Dunia tahun 2022 sudah digelar di negara Asia, yaitu Qatar.

Modal China untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2030 juga cukup besar mengingat China telah berhasil mengadakan pesta Olahraga terbesar di Dunia, Olimpiade 2008 di Beijing sebelumnya. Hal ini ditambah dengan gencarnya pemerintah China dalam meningkatkan prestasi olahraga China khususnya sepakbola saat ini. Bahkan klub-klub sepakbola di China terkenal sangat berani dalam membeli pemain kelas dunia (yang hampir menanggalkan sepatunya) untuk menambah daya tarik liga sepakbola China (Chinese Super League), sebut saja : Hulk, Lavezzi, Ramires, Oscar, Carlos Tevez, Alenxander Pato, dll.

Jepang

Timnas Jepang Piala Dunia 2018

Source : football-tribe

Pesaing berat China yang berasal dari negara Asia lainnya yaitu Jepang. Setelah sukses menjadi tuan rumah Piala Dunia 2002, Jepang sebenarnya telah mengajukan diri untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022 kalah bersaing dengan Qatar dan gagal terpilih. Nampaknya hal ini tidak mengurangi minat Jepang untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia berikutnya. Pemerintah Jepang menyatakan berencana mengajukan diri kembali menjadi untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2030.

Peluang Jepang untuk menjadi tuan rumah perhelatan sepakbola terbesar tersebut sebenarnya cukup besar mengingat negara ini telah berhasil melakukannya pada tahun 2002 bersama Korea Selatan. Selain itu Jepang juga memiliki modal yang mumpuni dari segi fasilitas, teknologi, dan finansial. Namun peluang Jepang nampaknya akan lebih mudah jika bergabung dengan beberapa negara lainnya seperti yang dilakukannya pada tahun 2002 mengingat FIFA World Cup 2030 akan terdiri dari 48 negara peserta.

Korea Selatan – Korea Utara

korea selatan dan korea utara

Source : liputan6

Kabar paling mengejutkan dari calon tuan rumah FIFA World Cup 2030 mungkin datang dari negeri ginseng ini. Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in, baru-baru ini dikabarkan ingin mengajak Korea Utara sebagai tuan rumah bersama Piala Dunia 2030. Kedua negara yang selalu terlibat perselisihan sejak Perang Korea pada 1950 hingga 1953 tersebut nampaknya serius untuk menciptakan hubungan perdamaian baru bagi keduanya.

Sebelumnya Korea Selatan dianggap sukses sebagai penyelenggara Piala Dunia U-20 2017. Sepanjang perhelatan tersebut, tidak ada kendala apapun yang terjadi. Oleh sebab itu, Korea Selatan percaya diri mampu menjadi tuan rumah Piala Dunia 2030. Terlebih, Korsel pernah menjadi penyelenggara Piala Dunia 2002 bersama dengan Jepang.

Menurut informasi, dalam waktu dekat Korsel berniat menyampaikan ide tersebut kepada Presiden FIFA saat ini, Gianni Infantino. Moon Jae-in ingin Korea Selatan kembali menjadi tuan rumah Piala Dunia, kali ini bersama Korea Utara. Menurutnya negara Asia  saat ini sudah cukup mampu untuk melaksanakan perhelatan sepakbola sebesar FIFA World Cup, apalagi jika hal tersebut dapat berkontribusi menciptakan perdamaian bagi kedua negara.

Meski bertetangga, hubungan diplomatik Korsel dan Korut sebelumnya memang tidak pernah berjalan lancar. Namun pertemuan yang terjadi antara pemimpin Korea Utara dengan negara Amerika Serikat, Korea Selatan, dan China nampaknya memberikan angin segar bagi perdamaian dunia. Korea Utara terlihat mulai membuka diri dan mau menerima masukan dari beberapa negara sehingga patut dilihat apakah ide menjadi tuan rumah FIFA World Cup 2030 dapat menjadi kenyataan.

Nah itulah beberapa negara yang sudah memiliki rencana untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2030 mendatang. Menarik untuk ditunggu apakah ambisi, harga diri, ataukah perdamaian yang akan menjadi latar belakang dari perhelatan sepakbola terbesar di dunia FIFA World Cup 2030 nanti.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IBX5A2BCBA2A07B1